Senin, 30 Juli 2012

PERKEMBANGAN FILSAFAT DAN TOKOH-TOKOHNYA

Refleksi Pertemuan ke-2 Mata Kuliah Filsafat Ilmu oleh Dr. Marsigit, M.A


Belajar filsafat tidak akan terlepas dari sejarah filsafat karena filsafat memang merentang dari zaman ke zaman. Tidak ada pemikiran zaman sekarang yang tidak terpengaruh dengan pemikiran zaman dahulu.Kita memerlukan referensi dari pemikiran para filsuf terdahulu yang terus digunakan hingga saat ini.  

Sejarah filsafat pada masa awal dimulai pada era lahirnya gereja di Eropa yang banyak mendominasi. pemikiran manusia tidak boleh bertentangan dengan gereja pada masa itu. Namun seiring dengan perkembangan pemikiran, mulai muncul tokoh-tokoh revolusi yang melahirkan pemikiran yang bertentangan dengan dengan gereja. Tokohnya adalah Copernicus, Galileo, dsb.


Sebagai cikal bakal filsafat yang paling terkenal adalah filsafat yunani dengan mitos-mitosnya yang melegenda. Para filsuf pada masa awal, ingin mengetahui tentang apa yang dilihatnya, misalnya bumi terbuat dari apa, bagaimana terjadinya pelangi, dsb. Filsafat yang demikian disebut sebagai filsafat alam.

Pada tahap selanjutnya, para filsuf mulai beralih pada filsafat hati atau disebut juga dengan filsafat manusia. Mereka mulai berpikir mengenai teori tentang kebajikan (wisdom). Juga kemudian muncul tren baru berupa filsafat berpikir yang dipelopori oleh Socrates. Socrates memperkenalkan metode dialektika , yakni dengan mengumpulkan sumber-sumber yang dapat dipercaya. Sedangkan Heraklitos berpendapat bahwa tidak ada yang berubah kecuali perubahan itu sendiri, sebuah antitesis dari tesis Permendedes sebelumnya yang berpendapat bahwa tidak ada sesuatu pun yang berubah.

Filsafat modern mulai berkembang  pada Abad 16 – 17. Sedikit menyinggung mengenai objek filsafat, akan terbagi kedalam dua kubu besar yakni (1) obyek di dalam kita yang selanjutnya melahirkan idealism dan (2) obyek di luar kita yang selanjutnya melahirkan realism.  Dari situlah muncul dua kubu besar yaitu Kubu Ideal yang dipelopori oleh Plato dan Kubu Empiris yang dipelopori oleh Aristoteles. Plato berpendapat bahwa objek adalah ada di dalam pikiran kita, sedangkan yang diluar pikiran kita adalah contoh-contohnya. Menurut dia, kebenaran adalah ada dalam pikiran kita, sedangkan yang ada di luar selalu berubah. Tidak ada pengetahuan tanpa akal yang sehat. Pendapat ini didukung oleh Rene Descartes.  Filsafat Rene juga dkenal dengan Skeptisism, bahwa semua diawalai dengan meragukan, tidak ada yang pasti di duani ini  melainkan hanya satu yaitu “aku yang sedang mencari kepastian”, “aku ada karena aku meragukan” , dan “aku ada karena aku berpikier. Sebaliknya menurut Aristoteles, justru pengetahuan ada di luar pikiran kita dan terbentuk dari pengalaman-pengalaman.  Pendapat ini didukung oleh david.

Perselisihan antara dua kubu tersebut kemudian ditengahi oleh tokoh bernama Emanuel Kant (1724) yang melahirkan teori Sintetik Apripori yang mengkombinasikan antara ideal dan empiris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar