Refleksi Pertemuan ke-1 Mata Kuliah Filsafat
Ilmu yang diampu oleh Dr. Marsigit, M.A
Pembahasan tentang filsafat dalam benak saya (pada awalnya) mengarah pada sesuatu yang rumit dengan arah yang tidak jelas serta penuh dengan jebakan pemikiran yang abstrak dan sulit untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ya, para filsuf memberikan “wajah” yang membingungkan bagi banyak orang pada umumnya mengenai filsafat. Para filsuf melahirkan gagasan-gagasan tentang hasil penerungan mereka terhadap inti kehidupan yang (tentu saja) jarang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Sebagian orang bahkan menganggap filsafat sebagai keesesatan berpikir. Sampai saat ini pun penulis belum bisa menuliskan definisi yang pasti tentang filsafat. Belakangan, memang hal itu tidak perlu kita perdebatkan karena semua akan kembali kepada diri kita masing-masing. Oleh karena itu, tulisan ini tidak akan membahas lebih lanjut tentang definisi filsafat, akan tetapi mencoba mengaitkan filsafat dengan kehidupan (sejauh yang penulis tahu) terutama dalam sisi spiritualitasnya.
Pembahasan tentang filsafat dalam benak saya (pada awalnya) mengarah pada sesuatu yang rumit dengan arah yang tidak jelas serta penuh dengan jebakan pemikiran yang abstrak dan sulit untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ya, para filsuf memberikan “wajah” yang membingungkan bagi banyak orang pada umumnya mengenai filsafat. Para filsuf melahirkan gagasan-gagasan tentang hasil penerungan mereka terhadap inti kehidupan yang (tentu saja) jarang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Sebagian orang bahkan menganggap filsafat sebagai keesesatan berpikir. Sampai saat ini pun penulis belum bisa menuliskan definisi yang pasti tentang filsafat. Belakangan, memang hal itu tidak perlu kita perdebatkan karena semua akan kembali kepada diri kita masing-masing. Oleh karena itu, tulisan ini tidak akan membahas lebih lanjut tentang definisi filsafat, akan tetapi mencoba mengaitkan filsafat dengan kehidupan (sejauh yang penulis tahu) terutama dalam sisi spiritualitasnya.
Salah satu tujuan dari filsafat adalah menemukan pemahaman tentang sesuatu sehingga kita bisa menentukan tindakan yang tepat. Dalam filsafat dikenal tiga pilar filsafat, yaitu :
- Ontologi. Ontologi membahas hakikat sesuatu yang sudah ada. Ontologi merupakan jawaban atas pertanyaan mengenai hakikat kenyataan. Dengan kata lain, ontologi menjawab pertanyaan “apa?” atas segala sesuatu.
- Epistemologi. Membahas tentang bagaimana terjadinya pengetahuan, metode atau cara memperoleh pengetahuan, validitas dan kebenaran pengetahuan. Dengan demikian, Epistemologi menjawab pertanyaan “mengapa?” atau “bagaimana?”.
- Aksiologi. Membahas tentang nilai (value) suatu pengetahuan. Pembahasan tentang nilai sangat terkait dengan tujuan. Oleh karena itu, aksiologi menjawab pertanyaan “untuk apa?”
Dalam kaitannya dengan spiritualitas kehidupan, kita dapat menemukan koneksi antara filsafat dan spiritual, paling tidak dalam cara berpikir dalam rangka membangun pemahaman kita. filsafat mendorong kita untuk berpikir tentang apa yang kita lihat dan apa yang kita rasakan, dan semua itu itu adalah tentang ciptaan Tuhan. Cara berpikir demikian akan mengantarkan kita untuk mengenal Tuhan melalui ciptaannya. Pemahaman yang terbentuk dari hasil berpikir bertemu dengan keyakinan dalam hati. Batas dari pikiran kita adalah hati, dimana ketika kita memikirkan sesuatu maka kita tidak akan mampu memikirkan sedalam-dalamnya sampai tuntas. Sehingga akan memunculkan mitos-mitos belaka dari apa yang kita pikirkan tersebut jika kita tidak mampu mendalaminya dengan hati dan spiritual kita.
Untuk meghindari berpikir demikian maka kita membatasi pikiran dengan hati, dan di hati kita ada Tuhan. Dimensi pikiran kita diawali dengan tingkatan material (tindakan), naik ke formal (tulisan) kemudian normatif (pikiran) hingga spiritual (doa). Oleh karena itu, ketika kita dihadapkan pada pilihan yang membingungkan maka kita berdoa untuk mencari jawaban dari pilihan kita. Dengan demikian, maka kita juga terhindar dari mitos-mitos yang buruk. Kita tidak akan mudah percaya dengan hal-hal yang tidak masuk akal.
Selanjutnya, pembahasan di atas sebenarnya masih berupa gambaran kasar dan masih membahas pada permukaan saja. Insyaallah lain waktu akan dipertajam dalam sudut pandang yang lebih luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar