Salah
satu alasan munculnya ilmu pengetahuan yang begitu luas saat ini (tak
terkecuali matematika), adalah karena hasil dari pemikiran manusia terhadap
alam semesta. Para pemikir awal matematika sering memperoleh informasi yang
banyak dari pengamatan terhadap alam sekitarnya. Sebagai contoh, konsep
geometri tentang garis lurus, lingkaran dan sudut berasal dari benda-benda alam
atau dari hasil pengamatan terhadap tubuh mereka sendiri: “garis lurus” berasal
dari batang pohon, “lingkaran” berasal dari matahari atau bulan, “sudut”
berasal dari sudut yang dibentuk oleh lengan atau kaki dalam berbagai macam
posisi.
Awalnya,
mereka hanya menerapkan hasil kajian itu untuk menyelesaikan masalah-masalah
praktis seperti pengukuran luas tanah, mengukur tinggi pohon, perdagangan, dan
lain-lain. Kemudian, mereka mulai mengkaji dan menciptakan hubungan antara
berbagai bentuk geometris untuk memuaskan hasrat intelektual mereka hingga
menghasilkan rumusan yang semakin kompleks dan seakan keluar dari dunia
kenyataan. Namun pada hakekatnya, matematika itu telah mengakar dalam setiap
kegiatan manusia, dari dunia kehidupan sehari-hari sampai ke penelitian lanjut
oleh para ahli dalam berbagai bidang ilmu. Alam telah menjadi sumber inspirasi
yang tidak akan pernah habis bagi perkembangan pengetahuan manusia.
Demikian
juga para seniman melihat seni sebagai wujud apresiasi terhadap alam semesta,
bahwa alam merupakan kumpulan “karya-karya seni” bernilai tinggi dan sangat
kompleks menurut ukuran manusia. Seni lahir dari usaha manusia untuk
mengekspresikan diri tentang pengalaman hidup serta hasil interaksi dan pengamatan
terhadap alam sekitar. Seni juga lahir dari proses cita, rasa dan karsa manusia akan berbagai bentuk keindahan. Bangsa
yunani kuno menganggap keindahan dari karya seni sebagai keselarasan/ harmoni
yang tercipta karena diterapkannya kaidah-kaidah tertentu. Oleh karena itu,
sejak zaman itu orang mencari kaidah ilmu ukur yang menjadi kunci dari
keindahan dalam karya seni.
Matematika
dan seni memiliki kaitan yang sangat erat sejak puluhan abad yang lalu. Salah
satu koneksi antara matematika dan seni adalah bahwa dalam proses penciptaan
sebuah karya seni, seringkali dibutuhkan keterampilan-keterampilan matematis. Sebaliknya,
matematikawan seringkali menemukan bentuk-bentuk geometris yang indah dalam
pikiran mereka dan memerlukan keterampilan para seniman untuk mewujudkannya
menjadi benda-benda artistik. Ilmu matematika telah memberikan kontribusi yang
besar dalam seni lukis, musik, arsitektur, patung, dan lain-lain.
Tidak
mengherankan, banyak matematikawan telah memilih untuk mengekspresikan diri
bukan hanya dengan membuktikan teori-teori matematika, tapi juga menghasilkan
seni. Diantaranya adalah Helaman Ferguson, george Hart dan Koos Verhoeff.
Sebaliknya, banyak seniman yang terinspirasi oleh keunikan matematika.
Contohnya adalah Leonardo Da Vinci (1452-1519) dan M.C. Escher (1898-1972).
bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar